Usai Pandemi dan Diberi Restu Kadisdik Jabar, SMAN 4 Kota Bandung Lakukan Wisuda Secara Masif
majalahsora.com, Kota Bandung – SMAN 4 Kota Bandung melepas dan mewisuda sekitar 409 siswa kelas XII, yang sudah mengikuti pembelajaran selama tiga tahun.
Gelaran wisuda tahun ajaran 2021/2022, secara tatap muka langsung itu, dihadiri seluruh siswa kelas XII yang lulus. Pelaksanaannya merupakan yang pertama pasca pandemi COVID-19 usai.
Hal tersebut dilakukan oleh SMAN 4 Kota Bandung setelah memperoleh ijin dari Dedi Supandi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, SMA, SMK, dan SLB bisa melaksanakan study tour dan pelepasan siswa secara tatap muka langsung dan masif. Asal dilaksanakan di wilayah Jabar. Penegasan itu, dikatakan Dedi, saat mendampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di SMKN 9 Kota Bandung, pada hari Senin, tanggal 9 Mei 2022.

Semua lulusan juga wajib mengenakan masker dan melakukan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, di Aula SMAN 4 Bandung, Jalan Gardujati 20, Kamis (12/5/2022).
Sehubungan dengan lulusan tersebut, Kepala SMAN 4 Bandung, Teti Ismayati menekankan para lulusan tetap bersemangat untuk mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) agar dapat diterima ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan.
“Saya berharap mereka bersemangat mengikuti seleksi ke perguruan tinggi, walaupun sudah ada yang diterima di jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebanyak 38 siswa. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu hanya 25 siswa, tapi belum masuk peringkat 10 besar, mudah mudahan di jalur UTBK meningkat siswa yang diterima,” kata Teti, di ruang kerjanya.
Arahan dan bimbingan sekolah kepada siswa yang akan mengikuti UTBK, dikatakan Teti, sudah dilakukan sebelumnya. Di antaranya mendatangkan pembimbing dan memberikan pinjaman fasilitas buku, untuk bekal tes UTBK.
“Kami sebelumnya sudah melaksanakan bimbingan UTBK secara online, selain belajar, siswa juga diberi arahan agar dapat mengikuti tes ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuannya, misalnya, mampunya di grade b jangan memaksakan ke grade a,” imbuhnya.
Lanjut Teti, lulusan SMAN 4 Bandung, sebagian besar antusias untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan hanya sedikit yang tidak melanjutkan kuliah.

Dalam kesempatan itu juga Teti mengungkapkan bahwa dalam tahun ajaran baru ini (2022/2023), ada fasilitas lift di sekolahnya untuk memudahkan akses siswa yang berkebutuhan khusus, dan Guru yang terkendala dengan kakinya.
“Berencana dan menginginkan ada fasilitas lift, untuk memudahkan murid kebutuhan khusus dan guru yang menggunakan kursi roda, karena kakinya diamputasi, juga ada beberapa guru yang lututnya terkendala, sehingga apabila mengajar di lantai 2 dan 3, sedikit kesulitan karena menaiki tangga,” ucap Teti.
“Tentunya kami berupaya mewujudkan keinginan itu, dan mudah mudahan biaya pembangunannya 100 persen dari para almamater yang ingin menyumbangkan hartanya, walaupun nantinya dari Dinas ada bantuan,” imbuhnya.

Samuel (18 tahun) Wisudawan SMAN 4 Bandung menuturkan, setelah lulus akan melanjutkan kuliah ke ITB. Pasalnya, sudah diterima pada jalur SNMPTN atau undangan pada bulan April lalu.
“Saya bersyukur diterima ITB jurusan Teknik Sipil. Saya bercita cita ingin bekerja di bidang insfrastruktur setelah lulus di ITB,” kata Samuel.
Sedangkan Alya Siti Aulia (18 tahun) lulusan jurusan IPS menambahkan, tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dan memilih untuk membantu orangtua berwirausaha.
“Saya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, karena ingin seperti orangtua yang menggeluti usaha. Intinya ingin membantu orangtua,” tandas Alya.
Sumber: majalahsora.com