Artikel

SISTEM DGITALISASI KEHADIRAN DI SMAN 4 BANDUNG

SISTEM DIGITALISASI ABSENSI GURU DAN SISWA DI SMAN 4 BANDUNG

sebagai langkah  akurasi data dalam penanganan kehadiran.

 

Bandung, oktober 2016.

SMA Negeri 4 Bandung senantiasa mengedepankan disiplin tepat waktu baik untuk siswa maupun untuk guru, apalagi sekarang dan kedepan semakin digulirkan sistem kehadiran berbasis digital, maka kehadiran siswa maupun guru harus terdeteksi secara akurat oleh pihak manajemen apalagi oleh kepala sekolah.

Pada sistem kehadiran berbasis kertas, kehadiran guru dan siswa memang telah terjaring sesuai waktu, namun keakuratan apa yang ditrulis oleh siswa dan guru itulah yang menjadi titik persoalan.Adakalanya  siswa kesiangan tapi menulis dibukunya tepat waktu , demikian juga kehadiran guru mungkin seperti itu, sehingga terkadang menimbulkan salah paham dan ini akan menjadi preseden yang tidak sehat bagi hubungan antar warga sekolah.

Sebenarnya sistem absensi digital ini, di SMAN 4 Bandung telah dirintis sejak tahun 2008 sejak kepemimpinan kepala sekolah Drs. Cucu saputra,MM.Pd, namum tidak berjalan lancar, karena pada saat itu SMAN 4 Bandung baru memulai revolusi digital, jadi memang banyak menemukan kendala secara teknis dan juga kendala secara psikologis, disamping saat itu tuntutan kehadiran guru secara digital belu menjadi kebutuhan yang serius.

Namun sistem pendidikan saat terus berubah kearah digital, dari mulai dapodik, guru pembelajar, kehadiran untuk sertifikasi guru yang ditemukan banyak kejanggalan kejanggalan,sistem penilaian, pemberian tugas lewat on line dan lain sebagainya, makin kesini makin terasa kebutuhan absen digital sebagai langkah akurasi kehadiran untuk menghindari kesalahpahaman. Terkadang dalam rapat-rapat guru, kepala sekolah menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan kehadiran guru ini, dan ini sepertinya membingungkan karena antara tugas yang seharusnya tegas dengan  hubungan pribadi yang mengepankan toleransi terkadang menimbulkan hal yang dilematis.

Langkah menuju sistem kehadiran digital ini, akhirnya menjadi solusi bagi kepala sekolah dan manajemen sekolah , karena untuk mendeteksi kehadiran guru maupun siswa tidak lagi melalui kata-kata berupa teguran, intruksi untuk selalu hadir atau debat tentang kehadiran yang diragukan,tapi guru maupun siswa prekuensi kehadirannya akan dibaca oleh mesin dan akan menjadi sebuah fakta yang akurat tentang kehadirannya di sekolah. Dan fakta itu tak akan terbantahkan oleh alasan-alasan yang tidak jelas.

Sistem ini memang mahal , tapi kebutuhan semakin mendesak , apalagi SMAN 4 Bandung yang telah memiliki trackrecord sebagai sekolah perintis digital di kota Bandung harus bangkit  sebagai sekolah berbasis digital kembali.

Dengan sistem kehadiran ini diharapkan guru dan siswa semakin semangat untuk hadir tepat waktu, kalaupun terjadi ketidakhadiran yang dialami guru, maka guru itu tak akan menyalahkan siapapun karena sistem telah mendeteksinya dan mengikatnya secara akurat.

Sistem kehadiran digital di SMAN 4 ini diberlakukan selain untuk kehadiran guru dan tata laksana sebagai PNS,  dan kehadiran siswa dikelas, tapi juga diberlakukan untuk mendeteksi kehadiran siswa dalam sholat berjamaah, atau kehadiran diluar kegiatan belajar mengajar yang bersifat kolosal, dan ternyata lebih teratur , lebih tertangani manajemen sekolah dibanding dengan absensi berbasi kertas…semoga bermanfaat

(berita Pa kar/Lihat Galeri foto, gambar interactive.co.id ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *